• header
  • header

Selamat Datang di Website SCHOOL GREEN SMA NEGERI 7 TEBO | Terima Kasih Atas Kunjungannya, Mohon Kritik dan Sarannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 7 TEBO

NPSN : 10503254

Jalan Apel Desa Karangdadi Kecamatan Rimbo Ilir 37556


info@sman7tebo.sch.id

TLP : 081366096550


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 38343
Pengunjung : 18696
Hari ini : 20
Hits hari ini : 41
Member Online : 0
IP : 3.216.79.60
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Keteladanan dalam Mendidik




KETELADANAN DALAM MENDIDIK

Oleh : Wahyu Endro W

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Pendidikan menjadi pilar utama tegaknya peradaban suatu bangsa. Pendidikan bahkan lebih utama apabila dibandingkan dengan pilar pilar pembangunan bangsa lainnya. Di dalamnya terdapat nilai nilai luhur suatu bangsa, bahkan perilaku masyarakat sebuah bangsa mencerminkan seberapa terdidik bangsa tersebut. Sebagai pilar penting pembangunan, mari sejenak kita merenung apakah pendidikan yang sedang dijalani oleh putra-putri kita, anak didik kita atau putra-putri saudara- saudara kita memang sudah sesuai dengan tujuan kita bersama, yang salah satunya adalah mencetak generasi yang berakhlak mulia?

Masih lekat dibenak kita sebuah slogan pendidikan yang digaungkan oleh seluruh anak negeriyakni ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Begitu lekatnya slogan ini di lisan kita. Mengapa? Karena ketiga kalimat ini mengandung filosofi pendidikanuntuk hidup yang sesungguhnya. Memberikan keteladanan, membangun kemauan, memberikan dukungan.

Ing ngarso sung tulodo artinya yang di depan memberikan keteladanan. Kata “di depan” haruslah kita pahami dengan seksama. “Di depan” dalam slogan ini berarti “orang-orang yang memimpin.” Para pemimpin tentunya juga memiliki cakupan makna yang luas, artinya bisa berarti suami atau ayah dalam sebuah keluarga, kakak memimpin adiknya apabila orang tua sudah tiada, guru memimpin murid-muridnya, kepala sekolah memimpin suatu sekolah atau madrasah, ketua RT, Ketua RW, Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden, DPR, MPR dan seterusnya yang sejatinya semua orang adalah pemimpin. Pada diri merekalah keteladanan itu semestinya ditunjukkan. Orang-orang inilah yang seharusnya tetap berpegang teguh untuk memberikan teladan, memberikan contoh nyata dari setiap pikiran, ucapan dan tindakan kepada orang-orang yang dipimpinnnya.

Konsep kepemimpinan sejatinya juga telah diajarkan oleh Islam, syariat agung dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada Muhammad Shalallohu ‘Alayhi Wassalam. Syariat yang telah mengatur segala seluk perikehidupan seluruh manusia, yang di dalamnya tentunya juga telah mengatur masalah pendidikan dan kepemimpinan. Bukankah Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wassalam juga seorang pemimpin besar? Yang Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan kita untuk meneladani beliau Shalallahu ‘Alayhi Wassalam yang termaktub dalam surah Al Ahzab : 21 yang artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang  yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Ing Ngarso sung tulodo sebagai ruh pendidikan (dalam hal ini kepemimpinan) yang digagas oleh Suryadi Suryaningrat pada masa itu sudah barang tentu berpijak dari ajaran Islam, yakni setiap orang adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab terhadap apa yang dia pimpin.Dengan slogan ini pula berarti tanggung jawab kita selaku pemimpin bukanlah tanggung jawab yang mudah. Tanggung jawab setiap kita teramat sulit apabila kita mau memikirkannya, seberapapun kecil ruang lingkup yang kita pimpin pastilah kita akan mempertanggungjawabkannya. Sebagai seorang kepala keluarga misalnya, kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap orang-orang yang kita pimpin dalam keluarga kita. Kita dituntut untuk mampu memberikan keteladanan yang baik kepada istri dan anak kita. Keteladanan untuk hidup meneladani Rosulullah Shalallohu ‘Alayhi Wassalam. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kepada setiap kita (pemimipin keluarga) untuk menjaga keluarga kita dari siksa api neraka. Sebagaimana firman-Nya dalam surah At Tahrim : 6.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Sedemikian agung dan sempurnanya Islam dalam memberikan tuntunan hidup dalam mendidik dan memimpin, yang dimulai dari lingkup kecil yaitu keluarga. Islam telah mengajarkan kepada semua insan untuk memulai mendidik dan memimpin diri sendiri, istri dan anak-anak. Konsep mendidik ini tentunya memiliki dampak yang positif bagi seluruh manusia. Apabila diri kita baik, istri kita baik, anak-anak kita baik, bukankah lingkungan kita menjadi baik, daerah kita menjadi baik dan bangsa dan negara kita menjadi baik? Jauh sebelum para pakar pendidikan mengemukakan teorinya, Islam telah mengajarkan konsep mendidik dan memimpin yang langsung telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wassalam.

Mendidik diri dan keluarga perlu keteladanan. Pendidikan atau mendidik tidak akan berarti apabila tidak ada keteladanan, terlebih mendidik anak yang masih balita yang memiliki kecenderungan untuk meniru apa yang mereka lihat, tentu saja membutuhkan contoh nyata dari orang tuanya. Apabila seorang anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang bertutur kata dengan baik, maka anak hanya akan mendengar kata-kata yang baik pula, sebaliknya apabila seorang anak tumbuh dalam keluarga yang sering mengumpat, menghardik, bertengkar, maka tentu saja anak tersebut akan terpapar oleh kalimat-kalimat kasar yang membekas dalam memorinya sehinggga suatu saat akan digunakannya secara sadar atau tidak. Ini adalah contoh kecil bagaimana keteladanan sangat berpengaruh dalam mendidik atau memimpin.

Semoga Allah Tabaroka wata’ala senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita untuk mengemban amanat mendidik putra-putri kita dan murid-murid kita. Semoga Allah membimbing kita dapat meneladani apa yang ada pada diri Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wassalam, manusia terbaik yang pernah hidup di muka bumi. Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ‘aly Muhammad.

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas